Logo TIBS
TARUNA INSANI Boarding School
Berita Taruna Insani

Santri Berbicara, Santri Berperan: Belajar Membangun Kepercayaan Diri dari Perjalanan Alumni

| Oleh: Tim Media Center Taruna Insani
Santri Berbicara, Santri Berperan: Belajar Membangun Kepercayaan Diri dari Perjalanan Alumni

Taruna Insani Boarding School kembali menghadirkan ruang belajar bersama alumni melalui kegiatan Sharing Alumni bertajuk “Santri Berbicara, Santri Berperan: Membangun Kepercayaan Diri melalui Public Speaking”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, di Masjid Ikhwan ini menghadirkan Naura Lovea QurratunAin Budiarto, alumni Taruna Insani yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan, organisasi, menulis, dan public speaking.


Namun, sesi sharing ini tidak dimulai dari cerita tentang panggung besar atau berbagai pencapaian. Naura justru mengajak para santri melihat kembali sebuah proses yang lebih dekat dengan kehidupan mereka: perjalanan mengenali diri, menghadapi kebingungan, mencoba berbagai hal, hingga akhirnya menemukan keberanian untuk mengambil peran.


Berawal dari Suka Membaca dan Menulis

Naura membagikan bahwa ketertarikannya terhadap dunia literasi telah tumbuh sejak kecil. Buku dan tulisan menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membawanya mengenal berbagai pengalaman dan kesempatan.


Bagi Naura, membaca bukan hanya tentang mendapatkan informasi. Dari membaca, seseorang dapat memperluas wawasan, menemukan perspektif baru, dan belajar berpikir kritis. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi salah satu bekal penting dalam kemampuan menyampaikan gagasan.


Ketika Masa SMA Tidak Selalu Mudah

Perjalanan pengembangan diri juga tidak selalu berjalan mulus. Naura menceritakan bahwa ada masa ketika dirinya merasa sedih, kehilangan arah, dan mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya ingin dilakukan di masa depan.


Pertanyaan seperti “Ke depannya mau apa?”, “Hal apa yang aku sukai?”, dan “Mau mengejar target apa?” menjadi bagian dari proses mengenali diri.


Pesan tersebut menjadi relevan bagi para santri. Masa sekolah bukan hanya tentang mendapatkan nilai dan menyelesaikan tugas, tetapi juga merupakan masa untuk mencoba berbagai pengalaman, mengenali potensi, dan menemukan hal-hal yang ingin dikembangkan.


Memulai dari Hal-Hal Kecil

Naura kemudian menunjukkan bahwa pengembangan diri tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ada banyak langkah sederhana yang dapat dilakukan, seperti membaca buku dan artikel tentang pengembangan diri, mengikuti webinar atau seminar, menjadi volunteer, hingga bergabung dalam komunitas.


Dari pengalaman-pengalaman tersebut, seseorang dapat bertemu dengan lebih banyak orang, belajar dari berbagai karakter, mencoba peran baru, dan perlahan membangun kepercayaan dirinya.


Kepercayaan diri tidak selalu muncul sebelum seseorang mencoba. Justru, sering kali kepercayaan diri tumbuh setelah seseorang berani mencoba.


Apa Hubungannya dengan Public Speaking?

Salah satu pesan menarik dalam sharing ini adalah bahwa public speaking sebenarnya memiliki hubungan erat dengan kebiasaan membaca dan belajar.


Seseorang membutuhkan informasi untuk dapat menyampaikan gagasan. Informasi tersebut kemudian diolah melalui proses berpikir kritis sebelum akhirnya disampaikan kepada orang lain.


Dengan demikian, public speaking bukan hanya persoalan berbicara dengan lancar di depan banyak orang. Ada proses membaca, memahami, berpikir, menyusun gagasan, kemudian menyampaikannya secara jelas.


Bukan Sekadar Berani Bicara

Kemampuan public speaking juga memiliki manfaat yang lebih luas. Dengan mampu menyampaikan pikiran, seseorang dapat membangun kualitas diri, memperluas relasi, dan membuka berbagai kesempatan.


Bagi seorang santri, kemampuan ini menjadi bekal penting dalam berbagai situasi, mulai dari berdiskusi, melakukan presentasi, menyampaikan pendapat, memimpin kegiatan, bekerja dalam kelompok, hingga kelak berkontribusi di tengah masyarakat.


Karena itu, menjadi seorang yang mampu berbicara dengan baik bukan berarti harus langsung menjadi pembicara hebat. Semuanya dapat dimulai dari keberanian sederhana untuk berbicara dan menyampaikan apa yang dipikirkan.


Belajar Berbicara, Belajar Mengambil Peran

Sharing Alumni bersama Naura pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjadi seorang public speaker. Lebih jauh, kegiatan ini mengajak para santri untuk mulai membangun dirinya melalui berbagai pengalaman.


Membaca satu buku. Mengikuti satu seminar. Mencoba menjadi volunteer. Bergabung dalam komunitas. Berani bertanya. Berani menyampaikan pendapat.


Langkah-langkah kecil tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menemukan potensi diri.


Melalui kegiatan Sharing Alumni ini, Taruna Insani Boarding School menghadirkan sebuah pesan sederhana bagi para santri: jangan menunggu percaya diri untuk mulai berbicara. Mulailah berbicara, belajar, dan mengambil peran, karena kepercayaan diri tumbuh dari proses.


Yuk, mulai berani bercerita, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran!

Bagikan: