Bogor — Di tengah derasnya arus informasi dan hiburan digital, tidak semua konten membawa arah. Sebagian hanya lewat, sebagian lain justru mengaburkan makna. Namun di antara itu, ada karya yang memilih untuk mengingatkan, bukan sekadar menarik perhatian.
Hal inilah yang ditunjukkan oleh Malka Firdaus Syarief, santri Taruna Insani Boarding School, yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Kreatif dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten Bogor.
Melalui karya videonya yang berjudul “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Remaja”, Malka mengangkat satu pesan yang sederhana namun mendasar: di tengah banyaknya tuntunan dunia, remaja membutuhkan satu pedoman yang tidak pernah salah, yaitu Al-Qur’an.
Video tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas visual, tetapi juga menghadirkan refleksi yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Di saat pilihan hidup semakin beragam dan pengaruh lingkungan semakin kuat, Al-Qur’an dihadirkan bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan sebagai panduan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Karya ini menjadi bukti bahwa media digital tidak harus kosong dari nilai. Dengan pendekatan yang tepat, media justru dapat menjadi sarana dakwah yang kuat, menyampaikan pesan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima oleh generasi muda.
Capaian yang diraih Malka tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan ide, perencanaan, hingga eksekusi karya. Kemampuan mengolah pesan menjadi visual yang komunikatif menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi karya yang berdampak.
Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih. Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti bahwa santri mampu memanfaatkan teknologi tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator yang membawa nilai kebaikan.
Melalui capaian ini, diharapkan semakin banyak santri yang berani berkarya, menyampaikan gagasan, dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menebarkan manfaat.
Dengan segala usaha yang telah dilakukan, hasil yang diraih menjadi bagian dari proses yang patut disyukuri. Selebihnya, setiap langkah tetap kembali kepada kehendak Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
“Semoga setiap karya menjadi jalan kebaikan, dan setiap pesan yang disampaikan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.”
Hal inilah yang ditunjukkan oleh Malka Firdaus Syarief, santri Taruna Insani Boarding School, yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Kreatif dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten Bogor.
Melalui karya videonya yang berjudul “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Remaja”, Malka mengangkat satu pesan yang sederhana namun mendasar: di tengah banyaknya tuntunan dunia, remaja membutuhkan satu pedoman yang tidak pernah salah, yaitu Al-Qur’an.
Video tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas visual, tetapi juga menghadirkan refleksi yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Di saat pilihan hidup semakin beragam dan pengaruh lingkungan semakin kuat, Al-Qur’an dihadirkan bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan sebagai panduan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Karya ini menjadi bukti bahwa media digital tidak harus kosong dari nilai. Dengan pendekatan yang tepat, media justru dapat menjadi sarana dakwah yang kuat, menyampaikan pesan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima oleh generasi muda.
Capaian yang diraih Malka tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan ide, perencanaan, hingga eksekusi karya. Kemampuan mengolah pesan menjadi visual yang komunikatif menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi karya yang berdampak.
Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih. Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti bahwa santri mampu memanfaatkan teknologi tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator yang membawa nilai kebaikan.
Melalui capaian ini, diharapkan semakin banyak santri yang berani berkarya, menyampaikan gagasan, dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menebarkan manfaat.
Dengan segala usaha yang telah dilakukan, hasil yang diraih menjadi bagian dari proses yang patut disyukuri. Selebihnya, setiap langkah tetap kembali kepada kehendak Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
“Semoga setiap karya menjadi jalan kebaikan, dan setiap pesan yang disampaikan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya.”